Perjalanan Menuju Kebun Binatang Surabaya
Bab 1 : Perjalanan yang dinantikan
Yuna sedang duduk sambil menatap langit pagi . Adiknya yang masih
berumur 6 tahun sedang membantu ibunya yang sedang berkemas .
“Ayah kapan kita akan berangkat ?”Tanya yuna sambil berkemas .
Ayahnya pun melihat jam dinding kemudian berkata “insyaAllah setelah shalat
dhuhur, yuna jangan lupa untuk berdoa ya,supaya perjalanan kali ini lancar.” Jawab
ayah sambal tersenyum.
Kemudian ibu pun dating sambal membawa makanan “Ayo kita makan ,
agar nanti tidak lemas ketika berada di perjalanan.”ujarnya lembut.
Setelah makan dan shalat,kami pun berangkat menuju Surabaya,tujuan
kami hari ini menuju ke Kebun Binatang Surabaya,disana ada banyak sekali
binatang binatang dan permainan yang menyenangkan,ini kedua kalinya kami
kesana.
Bab 2 :Sampai di gerbang Kebun Binatang Surabaya
Kami pun sampai di gerbang Kebun Binatang Surabaya,pohon-pohon yang
membuat suasana sejuk di sekitar kebun binatang.Yuki yang sudah tidak sabar pun
berdiri didepan pintu masuk “kaka lihat! disitu ada jerapah!”Seru yuki sambal
menarik tangan yuna.
“Iya
dek,lihat disana juga ada kelinci” jawab yuna sambil menunjuk kea rah kandang
kelinci.kemudian kami mulai mengelilingi kebun binatang tersebut.
Bab 3 : Berpetualang didalam kebun binatang dan pelajaran hidup
Setelah melihat-lihat dan jalan-jalan di sekkitar kebun
binatang,kami pun beristirahat sejenak di sebuah warung “masyaAllah,ciptaan
Allah itu memang hebat! Iya kan kak”kata yuki mengagumi.Setelah kami
beristirahat kami pun masuk kewilayah yang dimana didalamnya terdapat banyak
sekali burung-burung,ada elang,camar,merak dan sebagainya.
Namun
ketika kita sedang bermain,tiba-tiba yuki tersandung kemudian terjatuh “yuki
kamu tidak apa-apa ?”Tanya yuna panic,kemudian ayah dan ibu pun dating sambil
terkejut “tidak apa-apa ya nak,ibu akan mengobati lukanya,mungkin ini adalah
pelajaran agar kita tidak berlarian di sekitar kerumunan”kata ibu
menasehati,yuki pun mengangguk sambil menahan rasa sakitnya.
Bab 4 : Penutup – pulang dengan hati yang bahagia
Hari
pun menjelang sore,matahari pun mulai tenggelam,kami pun bersiap-siap untuk
pulang “wah tidak terasa ya kak!hari
sudah sore dan kita akan meninggalkan tempat ini”kata yuki sambal memeluk
kakaknya.Sore itu rasanya hangat,pohon-pohon bertiup lembut yang membuat
suasana menjadi haru. “kapan-kapan kita kesini lagi ya kak!”seru yuki sambil
bersemangat. “iya!insyAllah ya dek ya”jawab yuna sambal mengelus kepala
adiknya.
Setelah
kami shalat,kami pun mulai meninggalkan tempat itu,kemudian yuna berdoa didalam
hati “Ya Allah,terima kasih atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada
kami,kami jadi bisa belajar tentang dunia luar dan alam liar,semoga dari
perjalanan ini kami bisa lebih bersyukur dan lebih memahami tentang hangatnya
perjalanan bersama keluarga.”
*TAMAT*



Komentar
Posting Komentar